Transaksi Reksadana Sah Walau Tak Dapat Surat Konfirmasi?

Masalah Surat Konfirmasi Reksa Dana

Ketika sudah memiliki investasi berupa reksa dana, setiap transaksi yang berupa pembelian, penjualan ataupun pengalihan akan dikirimi surat oleh Bank Kustodian pada investor secara langsung. Namun, karena semakin canggihnya teknologi, maka pemberian surat konfirmasi ini diganti menjadi pengiriman dalam bentuk email.

Hal ini dikarenakan ada begitu banyak masalah dan kendala dalam pengiriman surat konfirmasi. Seperti kendala cuaca saat kurir dalam perjalanan mengirim surat, kendala standar kode pos yang berbeda, bahkan alamat surat menyurat yang sebenarnya sudah tidak dihuni lagi. Karena berbagai alasan tersebut itulah pencatatan secara elektronik yang dilakukan oleh bank kustodian ini bisa lebih mudah sampai dan tepat sasaran dengan mengirimnya lewat email.

Advertisement

Sama seperti perkembangan yang dilakukan industri perbankan saat ini, hal yang sama juga dilakukan oleh bank kustodian. Penggunaan bentuk fisik ini sudah mulai digantikan dengan bentuk softcopy yang dikirimkan melalui email seperti tagihan kartu kredit, bahkan untuk mutasi tabungan. Dalam investasi reksa dana, pengiriman surat konfirmasi ini menjadi tanggung jawab Bank Kustodian. Beberapa bank kustodian sudah siap mengirimkan via email, namun beberapa lainnya belum siap. Sebab itulah pengiriman email tentang surat konfirmasi ini belum menjadi standar yang sudah dibakukan.

Surat Konfirmasi Tidak Sama Dengan Bukti Kepemilikan

Transaksi dalam reksa dana akan diproses dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Selama transaksi yang muncul ini sesuai dengan prosedur, maka transaksi ini akan dinyatakan sah. Namun, perlu diketahui bahwa surat konfirmasi yang dimiliki oleh investor ini bukanlah bukti kepemilikan investor atas reksa dananya. Bukti kepemilikan reksa dana ini disimpan secara elektronik oleh pihak manajer investasi atau agen penjual dan bank kustodian. Jadi, investor tidak perlu khawatir lagi akan bukti kepemilikannya terhadap investasi reksa dana yang dimilikinya. Bahkan investor ini bisa mengecek secara online melalui situs perusahaan yang bisa dilakukan sejak satu hingga dua hari kerja berikutnya.

Artikel lain: Peluang Usaha Agen JNE

Ada juga tipe investor yang khawatir mengenai kerahasiaan data yang dimiliknya. Karena surat konfirmasi ini juga diiringi dengan formulir penjualan reksa dana. Namun, investor tidak perlu takut dengan adanya hal ini. Karena peristiwa terburuk mengenai pencairan reksa dana ini tidak bisa dilakukan semudah itu.  Investasi reksa dana ini bisa dicairkan hanya dengan nama investor yang tercantum pada saat pertama kali membuka rekening. Apabila ada perubahan mengenai nomor rekening, maka investor harus memperbarui data terlebih dahulu.

Artikel lain: Investasi Reksadana Berbasis Dollar USD

Pengiriman Surat Konfirmasi

Masalah pengiriman surat konfirmasi ini memang kadang menjadi masalah pelik yang dihadapi oleh investor. Walaupun pada umumnya, surat konfirmasi ini dikirim secara fisik namun investor tetap menginginkan surat konfirmasi ini juga dikirim melalui email. Beruntunglah semakin canggih teknologi zaman sekarang ini juga diikuti oleh industri lain seperti industri perbankan dan juga investasi. Setidaknya hal ini dapat membuat investor lebih tenang dengan melihat dan selalu memantau saldo investasinya di dalam situs terkait. Apalagi situs ini akan menampilkan data real time yang selalu diperbarui. Apabila ada investor yang masih jarang menggunakan email dan masih ingin tetap dikirimkan melalui surat fisik tidak apa – apa. Namun, sebaiknya dalam pengisian alamat ini investor lebih lengkap seperti mencantumkan kode pos dan juga menuliskan alamat selengkap mungkin. Satu hal yang perlu diingat oleh investor adalah surat konfirmasi ini bukanlah bukti kepemilikan reksa dana yang dimiliki investor.

Baca juga: Panduan Rencana Investasi Reksadana

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *