Peluang dan Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai berlaku di awal tahun 2016 ini. Program ini dibentuk sejak tahun 2003 oleh negara-negara anggota ASEAN. Pada dasarnya dibentuknya MEA ini dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian ASEAN, masuknya investasi asing, dan meluasnya lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara ASEAN.

MEA adalah pasar bebas antar negara ASEAN. Setiap negara bisa melakukan aktifitas perdagangan barang dan jasa tanpa sekat batas negara. Begitu pula bursa tenaga kerja yang akan terbuka lebar. Hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku bisnis dan tenaga kerja keahlian khusus untuk dapat bersaing.

Dengan diberlakukannya MEA tahun ini, maka tenaga kerja dari Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan sebagainya boleh dan bebas mencari kerja dan usaha di Indonesia. Begitu pula sebaliknya, warga negara Indonesia bisa mencari peluang kerja di negara-negara ASEAN tersebut.

Advertisement

Tak heran jika suatu hari nanti kita jumpai di Indonesia (misalnya) seorang supir taksi warga negara Vietnam, seorang dokter ahli bedah dari Singapura, ahli konstruksi sipil dari Malaysia, dan seterusnya. Namun kondisi sebaliknya juga sangat mungkin. Kita bisa ‘mengimpor’ tenaga-tenaga ahli ke negeri Jiran, ahli IT ke Singapura, desainer handal ke Thailand, dan sebagainya.

Untuk itu setiap orang harus mulai bersiap dan bersaing untuk bisa ‘mengambil’ proyek-proyek di negara lain, bekerja di instansi luar negeri, membuka cabang bisnis di negara ASEAN, dan tak lupa pula pengabdian di dalam negeri.

Artikel lain: Peluang Bisnis Franchise Makanan

Seorang dokter Indonesia yang berkualitas jangan sampai ‘kabur’ mencari rejeki di negeri orang sementara rumah sakit dan puskesmas di Indonesia diisi oleh dokter dari luar. Begitu pula guru terbaik di Indonesia jangan sampai ‘diambil’ negara lain sementara di negara sendiri masih kekurangan guru. Hal-hal semacam inilah yang kiranya perlu perhatian secara serius oleh pemerintah Indonesia. Agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN sebagai pemain utama sehingga dapat mensejahterakan rakyat.

Jika Indonesia telah siap menghadapi MEA, maka persaingan pasar bebas ASEAN ini bisa ditangkap sebagai peluang sekaligus tantangan.

MEA, Antara Peluang dan Tantangan

Pola pikir sebagian masyarakat utamanya bagi para pelaku usaha di Indonesia belum sepenuhnya mampu melihat MEA ini sebagai peluang yang menguntungkan. Menurut sebuah penelitian terungkap bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pasar ASEAN masing minim dan sangat terbatas.

Antara program dan kebijakan pemerintah pusat dengan daerah juga perlu adanya sinkronisasi. Hal ini sangat diperlukan agar adanya kesamaan pandang antara pemegang kewenangan di daerah dan pusat.

Diantara tantangan yang perlu dievaluasi dan dibenahi yaitu masalah lemahnya infrastruktur seperti di bidang transportasi. Buruknya infrastruktur transportasi menjadi salah satu penyebab biaya ekonomi yang tinggi. Hal ini berimbas bagi sektor produksi dan bagi pasar. Selain itu masalah lain yang menjadi tantangan ke depan adalah ketersedian SDM yang kompeten dan memadai untuk mendukung produktivitas nasional. Hal ini juga terpaut dengan kualitas pendidikan di dalam negeri. Tantangan lain adalah urusan birokrasi yang masih belum efisien dan belum berpihak kepada pengusaha kecil dan menengah.

Baca juga: Bisnis Waralaba Murah

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *