Mengenal Reksadana Berbasis Dollar AS

Belajar Mengenal Reksa Dana Berbasis Dollar AS

Seperti diketahui bersama mata uang Amerika atau yang lebih dikenal dengan Dollar saat ini terus mengalami peningkatan, terutama terhadap mata uang Rupiah. Hal seperti ini tentunya akan membuat banyak orang untuk melakukan investasi terhadap Dollar. Salah satu bentuk investasi yang dapat Anda lakukan, adalah investasi dalam bentuk reksa dana.

Tidak banyak yang mengetahiu bahwa dalam peraturan OJK terdapat sebuah peraturan mengenai pedoman kontrak investasi kolektif, terdapat 3 buah mata uang yang dapat digunakan di reksa dana yaitu Rupiah, Euro dan USD. Akan tetapi pada kenyataannya hanya ada 2 mata yang yang paling sering digunakan yaitu mata uang Rupiah dan juga Dollar AS.

Advertisement

Dengan demikian maka seorang manager Investasi dapat menggunakan mata uang rupiah dan juga Dollar berdasarkan mata uang yang dibetuntuknya. Contohnya apabila ada reksa dana berbasis pasar uang, campuran, pendapatan tetap, terproteksi, saham, dalam bentuk rupiah, maka akan ada juga reksana dana dengan menggunakan mata uang Dollar. Pengguna reksa dana dengan berbasis Dollar ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal itu karena banyak masyarakat yang berkepentingan untuk mengembangkan investasi dalam bentu Dollar atau untuk kebutuhan lainnya.

Artikel lain: Macam-macam Pilihan Investasi Terbaik

Harga Reksa dana

Ada beberapa perbedaan antara reksa dana rupiah dan reksa dana Dollar seperti :

  • Harga reksa dana awal

Apabila harga reksa dana awal dimulai dari harga Rp 1.000 maka untuk reksa dana USD dimulai dari harga USD 1.

  • Jumlah angka di belakang koma

Apabila reksa dana dalam bentuk rupiah mengguankan 2-4 digit dibelakang koma, maka reksa dana USD menggunakan angka dibelakang koma minimal 4 angka.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Reksadana

Biaya transfer dana

Hal lainnya yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jenis reksa dana USD adalah masalah biaya transfer dana. Apabila Anda hendak menggunakan reksa dana USD ada baiknya jika menggunakan rekening atas nama sendiri. Yang menjadi masalah adalah ada beberapa hal yang terkadang memberatkan para nasabah, seperti :

  • Biaya awal buka rekening yang tergolong mahal.
  • Adanya beberapa biaya transfer jika menggunakan bank yang berbeda dengan kustodian atau pihak reksa dana, seperti adanya komisi bank pengirim, adanya biaya bank korensponden, jika uang ingin diterima pada hari itu juga akan ada biaya “same day”, apabila nominal yang diterima sama dengan yang ditulis maka akan dikenai biaya “full amout”.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan reksa dana USD ini memang tidak sedikit  untuk mengantisipasi masalah tersebut ada baiknya jika Anda menggunakan bank yang sama dengan pihak kustodian atau pihak reksa dana.

Resiko nilai tukar

Berdasarkan ketentuan dari OJK, maka reksa dana USD hanya berlaku untuk pasar uang, saham dan obligasi. Selain itu dari 100% dana yang ada maka 85 harus diinvestasikan di dalam negeri dan sisanya 15% dapat diinvestasikan di luar negeri.

Khusus untuk obligasi USD biasanya akan diterbitkan oleh pemerintah dan juga beberapa korpoasi yang memang membuatuhkan dana dalam bentuk USD.  Lain lagi ketika menggunakan reksa dana saham, karena dibatasinya dana untuk melakukan investasi ke luar negeri maka para manager investasi akan menempatkan atau menggunakan saham yang memakai harga rupiah. Cara seperti ini tentunya akan sangat berhubungan dengan kurs rupiah terhadap dollar itu sendiri.

Asumsi return

Apabila Anda melakukan deposito dalam bentuk USD maka bunga yang akan diberikan tentunya akan lebih rendah dibandingkan dengan rupiah. Begitu juga ketika menggunakan sistem obligasi, yang akan memberikan kupon lebih kecil dibandingkan obligasi dalam bentu rupiah. Sedangkan saham hal ini tentunya akan ada kaitannya dengan melemah atau menguatnya mata uang USD terhadap Rupiah. Akan tetapi berdasarkan pengalaman beberapa orang, menggunakan reksa dana USD tetap lebih rendah sekitar 2 hingga 3 % dibandingkan dengan reksa dana rupiah.

Baca juga: Investasi Reksadana Syariah

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.