Mau Investasi Reksadana Tapi Modal Pas-pasan, Apa Bisa?

Berinvestasi Dengan Modal Minim

Selain memiliki tabungan yang ada di bank, setiap orang yang mampu secara keuangan akan berusaha melakukan investasi di reksa dana. Yang sering menjadi orang awam adalah apakah dengan uang yang pas – pasan bisa melakukan investasi di pasar modal atau tidak.

Namun, ternyata hal ini bukanlah hal yang menjadi ukuran. Selama calon investor telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga tabungan maka dengan modal sebesar seratus ribu rupiah pun bisa dikeluarkan menjadi sebuah investasi.

Advertisement

Sebuah program yang diperkenalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bernama reksa dana mikro pada tahun 2014 ini mengizinkan modal minimum yang untuk bisa memiliki investasi di pasar modal adalah 100 ribu rupiah. Dan hal itu juga disambut dengan bak oleh para manajer investasi dan agen penjual yang ikut menerpakan kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK.

Dengan keluarnya kebijakan tersebut, tentunya membantu para calon investor untuk memulai investasinya di reksa dana. Cukup dengan mendatangi kantor manajer investasi dan agen penjual terdekat dengan membawa kelengkapan dokumen kemudian rekening reksa dana pun bisa dimulai. Hal ini sangat dibantu dengan adanya layanan supermarket reksa dana dan layanan reksa dana online. Calon investor bisa memilih reksa dana dari banyak perusahaan yang bisa diakses melalui situs perusahaan.

Modalnya cukup punya KTP, tabungan di bank, dan uang Rp100.000 saja sudah bisa jadi investor

Artikel lain: 3 Jenis Transaksi Reksadana

Menghadapi Risiko Berinvestasi

Setiap bentuk investasi tentu ada yang namanya risiko. Risiko di sini maksudnya adalah penurunan nilai terhadap modal yang sudah dikeluarkan. Membeli produk reksa dana berarti melakukan investasi reksa dana. Dan hal ini juga harus dipahami risikonya. Penurunan ini bisa terjadi di atas sebuah kertas. Namun, selama  investor tidak melakukan aktivitas menjual aset reksa dana yang sedang mengalami penurunan ini maka risiko ini akan terhindar. Ketika investor panik, dan menjual asetnya maka kerugian yang tadinya hanya ada di sebuah kertas jadi terealisasi atau dikatakan cutloss. Padahal potensi dalam risiko ini bisa berubah menjadi naik dalam jangka panjang yang menjadikan investor mengalami untung bukannya rugi.

Artikel lain: Menghitung Transaksi Reksadana

Pemahaman Yang Baik Terhadap Investasi Reksa Dana

Semakin baik pemahaman atau ilmu tentang reksa dana maka akan semakin baik juga pengelolaannya. Karena investor sudah bisa membaca situasi di mana dia harus mempertahankan atau melepaskan investasinya. Karena itu, kesiapan seorang investor dalam menghadapi sebuah risiko akan tergantung pada dua hal, yaitu kesehatan finansial investor dan pemahaman terhadap investasi itu sendiri. Semakin tinggi pemahaman dan semakin sehat kondisi finansial seorang investor maka akan membuat investor tersebut siap dalam meghadapi resiko maupun keadaan sebaliknya.

Pengetahuan tentang investasi reksa dana ini juga bisa didapatkan dengan membaca buku panduan berinvestasi. Bahkan beberapa koran yang bertema bisnis ataupun situr – situs di internet juga menyediakan informasi yang cukup membuat pengetahuan calon investor semakin bertambah dalam hal investasi. Dan yang jadi masalah dalam memulai investasi reksa dana ini bukanlah masalah mampu atau tidaknya seseorang. Namun, mau atau tidaknya seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk memulai investasi. Salah satu yang penting dalam sebuah keadaan finansial yang sehat adalah dana darurat. Seseorang harus memiliki dana darurat sejumlah tiga hingga 12 kali dari pengeluaran bulanannya. Kalau yang terjadi adalah kondisi seperti ini mungkin bisa membuat calon investor merasa berat ketika belum memenuhi dana darurat yang harus dimilikinya. Walaupun berinvestasi di reksa dana ini adalah hal yang baik, namun tidak perlu memaksakan kondisi kesehatan finansial yang belum terpenuhi.

Baca juga: Reksadana Pendapatan Tetap

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.