Keuntungan Menjadi Investor Reksa Dana pada Tahun 2016

Oleh Rudiyanto

Apakah Anda sudah pernah mendengar tentang reksa dana? Apakah selama ini Anda tertarik untuk berinvestasi di reksa dana, tetapi masih ragu sehingga belum memulainya?

Jika ya, maka tahun 2016 ini merupakan tahun yang baik untuk memulai reksa dana. Berikut alasan-alasannya.

Advertisement

Berinvestasi = Mengumpulkan Aset Produktif

Yang dimaksud dengan aset produktif adalah aset yang dapat memberikan penghasilan bagi kita di masa depan. reksa dana adalah salah satunya.

Dengan mengumpulkan aset produktif, berarti masa depan kita bisa lebih terjamin karena hasil investasi reksa dana dapat digunakan untuk memenuhin kebutuhan di masa mendatang.

Dengan berinvestasi, berarti kita mengubah perilaku pengeluaran kita selama ini yang sifatnya konsumtif menjadi produktif. Dan waktu yang tepat untuk membangun perilaku tersebut apalagi kalau bukan sekarang di awal tahun 2016 ini.

Syarat Menjadi Investor Dipermudah

Sejak beberapa tahun belakangan ini, Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan pelaku industri keuangan terus berusaha mengembangkan pasar modal di Indonesia. Salah satunya adalah dengan penyederhanaan persyaratan untuk menjadi investor reksa dana.

Saat ini, untuk menjadi investor cukup dibutuhkan KTP dan Tabungan di Bank. Calon investor tidak lagi dipersyaratkan untuk memiliki NPWP. Bagi calon investor yang masih belum memiliki KTP, bisa menggunakan rekening gabungan OR dengan orang tua.

Minimum investasi juga terus diturunkan. Saat ini mayoritas Manajer Investasi telah berpartisipasi pada program “reksa dana Mikro” yang dicanangkan oleh OJK dengan menurunkan syarat pembukaan rekening reksa dana yang sebelumnya jutaan menjadi bisa dimulai dari Rp 100.000.

Agen Penjual reksa dana Semakin Banyak dan Bisa Online

Jika dulunya reksa dana hanya bisa dibeli melalui cabang Manajer Investasi dan Bank di kota-kota besar, dalam beberapa tahun terakhir banyak daripada Agen Penjual reksa dana yang memperluas cakupan pemasarannya hingga ke daerah-daerah.

Perluasan cakupan ada yang dilakukan dengan cara menambah cabang di daerah, ada pula yang melakukan pemasaran secara online.Jadi bagi calon investor yang tempatnya belum terjangkau agen penjual, dapat melakukan pembelian secara online melalui fasilitas yang disediakan oleh agen penjual.

Penambahan cabang agen penjual dan fasilitas online tersebut juga diimbangi dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi sehingga masyarakat tidak hanya membeli saja tapi juga memahami potensi imbal hasil dan risiko produk tersebut.

Pilihan reksa dana semakin bervariasi

Selain reksa dana konvensional yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham serta jenis reksa dana syariah, OJK pada akhir tahun lalu menerbitkan peraturan yang melahirkan jenis reksa dana syariah yang baru.

Salah satu reksa dana baru tersebut adalah reksa dana Syariah Efek Luar Negeri. Berbeda dengan reksa dana yang ada selama ini, dimana batasan investasi di luar negeri hanya diperbolehkan 15 persen dari dana kelolaannya, jenis reksa dana yang baru ini diperbolehkan melakukan investasi hingga 100 persen pada efek luar negeri.

Dengan demikian, bagi investor yang berminat untuk berinvestasi pada instrumen di luar negeri, tidak perlu lagi repot-repot karena bisa dilakukan melalui produk reksa dana yang tersedia di dalam negeri.

Bagi Manajer Investasi, terkadang penerbitan produk baru memiliki risiko yaitu kurangnya tanggapan dari masyarakat sehingga dana kelolaan lebih kecil dari batasan minimum dan terpaksa harus dibubarkan.

Untuk itu, untuk jenis reksa dana syariah, OJK juga menurunkan batasan minimum dana kelolaan dari sebelumnya Rp 25 miliar menjadi Rp 10 miliar. Dengan demikian produk memiliki waktu yang cukup untuk bisa diterima di masyarakat.

Potensi Penurunan BI Rate

Penurunan suku bunga BI Rate agak terkendala sejak tahun 2015 karena kondisi kurs rupiah yang fluktuatif dan kebijakan suku bunga The Fed Amerika yang tidak jelas.

Pergerakan kurs rupiah meski masih ada potensi pelemahan, namun sudah lebih jelas dibandingkan tahun lalu karena adanya kepastian kebijakan The Fed. Dengan tingkat inflasi yang rendah, ada kemungkinan besar suku bunga BI Rate bisa diturunkan pada tahun 2016 ini.

Penurunan suku bunga BI Rate akan berdampak positif terhadap hasil investasi pasar modal. Turunnya suku bunga pinjaman bank akan membuat beban hutang perusahaan menurun dan laba meningkat, selain itu turunnya bunga deposito juga akan membuat masyarakat mengalihkan dananya ke pasar modal sehingga permintaan meningkat dan produk investasi terutama obligasi berpeluang naik.

Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Kelesuan bisnis akibat rendahnya harga komoditas, keterlambatan penyerapan anggaran, dan kegaduhan politik diyakini sudah mencapai titik terendahnya di tahun 2015. Memang, karena hal tersebut juga, pada tahun 2015 terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan hasil investasi tidak sesuai dengan harapan.

Untuk tahun 2016 diperkirakan akan menjadi titik balik dimana pertumbuhan ekonomi dari yang sebelumnya mengalami perlambatan akan mengalami percepatan. Hal ini melihat dari perencanaan dan penyerapan anggaran pemerintah yang sudah jauh lebih baik.

Kegaduhan politik mungkin masih akan terus ada, namun sepanjang kinerja pemerintah menunjukkan perbaikan, maka perekonomian akan kembali mengeliat dan kepercayaan dari pelaku bisnis akan kembali.

Hal ini akan berdampak positif pada kinerja perusahaan yang berujung pada kenaikan penjualan dan laba bersih sehingga harga saham ikut meningkat. Kenaikan harga saham dan obligasi akan berdampak positif terhadap kinerja reksa dana.

Siap Menghadapi Risiko

Sebagai investor reksa dana, kita harus menyadari bahwa faktor risiko akan selalu ada. Kinerja investasi bisa naik dan turun karena faktor dari dalam dan luar negeri, baik yang diperkirakan ataupun tidak sebelumnya.

Untuk itu, sebelum berinvestasi investor diharapkan mampu menghadapi gejolak harga dengan tenang, menjalankan investasinya secara disiplin, dan fokus pada tujuan jangka panjang.

Demikian semoga tahun 2016 ini menjadi tahun yang baik untuk kita semua. (KOMPAS)

Baca juga: Hindari 3 Hal ini Agar Investasi Tidak Merugi

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *