Kenali Resiko dari Reksa Dana

Mengenal Resiko Investasi di Reksa Dana

Reksa dana bukanlah sebuah produk yang berasal dari perbankan yang memberi hasil secara pasti. Reksa dana termasuk dalam produk pasar modal yang dapat mempunyai resiko. Lalu apakah yang menjadi resiko dari sebuah reksa dana?

Resiko yang dialami dalam reksa dana adalah pada saat anda berinvestasi pada reksa dana yang kemudian angka dari hasil investasi yang tercantum jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan modal yang anda setor pada laporan perkembangan saldo.

Advertisement

Resiko dalam reksa dana terbagi menjadi 4 secara umum dalam prospekturnya, diantaranya sebagai berikut.

Resiko Pasar (Market Risk)

Merupakan resiko yang disebabkan karena terdapatnya perubahan dari faktor pasar. Resiko pasar juga dikenal sebagai resiko berkurangnya harga aktiva bersih dalam satu unit pada penyertaan reksa dana. Bentuknya dapat berasal dari laporan keuangan yang dipublikasi serta data makro ekonomi yang menghasilkan yang menurun untuk kinerja dibawah harapan. Atau dapat juga disebabkan karena hal negatif yang berasal dari investasi luar negeri sehingga memberikan dampak kepada investasi di Indonesia.

Yang telah kita ketahui, bahwa resiko itu hanya dapat diminimalisir bukan dihindari. Manajer Investasi memberikan target apabila terjadi resiko maka mereka berharap jika kerugian yang mereka alami dapat lebih rendah daripada keadaan pasar secara umum.

Untuk dapat meminimalisir resiko anda harus menggunakan analisa secara cermat mengenai data eknomi makro serta laporan keuangan dari perusahaan agar mampu memberikan prediksi untuk waktunya sehingga mampu mendapatkan harga yang wajar dan tepat dalam berinvestasi. Anda juga dapat melakukan perpaduan antara pasar modal dengan asset kas bersamaan dengan diversifikasi investasi.

Artikel lain: Biaya Reksadana dan Cara Menghitungnya

Resiko Wanprestasi (Default Risk)

Resiko ini disebabkan karana obligasi perusahaan yang menjadi tujuan para investasi reksa dana sehingga mengalami penurunan harga dan tidak sanggup untuk membayar. Resiko ini dialami oleh pendapatan tetap, reksa dana campuran, pasar uang, maupun terproteksi yang lebih mempunyai porsi yang besar untuk investasi jenis obligasi.

Resiko jenis ini membuat harga dari reksa dan menurun secara drastis dan tidak membuatnya mengalami kenaikan kembali. Untuk meminimalisir resiko ini para manajer investasi akan melakukan seleksi obligasi sesuai dengan peringkat hutang yang baik minimum Investment Grade. Terdapat juga peraturan dalam mengelola reksa dana yaitu angka maksimum untuk dana yang dijadikan sebagai investasi adalah 10%.

Artikel lain: Reksadana Commonwealth

Resiko Likuiditas (Liquidity Risk)

Resiko yang terjadi karena terlambatnya atau tidak diterimanya dana sebagai hasil dari pencairan unit penyertaan untuk jangka waktu tertentu. Dimana syarat dalam reksa dana adalah T+7 pada hari kerja setelah terdapat perintah untuk mencairkan dana tersebut.

Hal ini dapat terjadi jika manajer investasi memposisikan dananya yang tidak likuid pada saham maupun obligasi. Selain tiu dapat juga disebabkan karena mengalami pencairan dana dengan jumlah yang besar oleh para investor secara bersamaan.

Untuk meminimalisir kejadian tersebut, para manajer investasi akan mempersiapkan kas serta bagian yang terdapat didalam pasar uang untuk mengolahnya. Ketentuannya angka maksimun hanya boleh sampai 20% dari dana yang dikelola. Selain itu para investor juga akan memberikan informasi kepada para manajer investasi untuk melakukan pencairan sehingga dapat bersiap-siap dari jauh-jauh hari.

Artikel lain: Investasi emas atau reksadana?

Resiko Perubahan Peraturan (Regulation Risk)

Terjadi perubahan pada peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan reksa dana sehingga mengalami penurunan harga pada reksa dana. Selain itu resiko ini juga disebabkan karena peraturan yang memberikan dampak negative pada saham dan obligasi.

Resiko ini sebenarnya sangat sullit untuk diprediksi jika dibandingkan dengan resiko yang lainnya. Karena resiko ini berasal dari kebijakan yang sudah ditetapkan dari pemerintah. Meskipun demikian resiko ini juga sangat jarang terjadi sebab perubahan untuk peraturannya tidak selalu dilakukan untuk setiap waktu.

Baca juga: Cara Memilih Reksadana

gambar: http://www.santorini-fp.co.uk

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.