Cara Menghitung Transaksi Reksadana

Transaksi Reksa Dana

Terdapat 3 jenis transaksi ketika berinvestasi di reksa dana. Transaksi tersebut adalah transaksi pembelian (Subscription), transaksi pengalihan (Switching), dan transaksi penjualan (Redemption).  Namun, masih banyak orang yang belum memahami cara menghitung transaksi di reksa dana.

Banyak orang yang belum dapat menghitung besarnya kerugian atau keuntungan dan berapa besar unit yang telah didapatkan. Investasi reksa dana berarti investor membeli pada level harga tertentu dan investor tersebut dapat menjual jika harga reksa dan itu mengalami kenaikan.

Advertisement

Sebenarnya investasi jenis tersebut sama dengan investasi lain yang sering dilakukan oleh orang seperti membeli valas, property, saham, dan emas. Namun terdapat perbedaan dalam praktiknya. Sebagai contoh, pada investasi lain ada seorang investor yang membeli emas, maka investor dapat melihat harga emas. Jika harga emas ada di level yang dia inginkan, maka investor dapat membeli emas sesuai dengan jumlah uang yang dia miliki. Begitu juga ketika seseorang berinvestasi pada valas, saham, property, dan lain sebagainya.

Sedangkan pada investasi reksa dana, investor baru mengetahui harga reksa dana hari ini pada keesokan harinya. Sehingga jika seorang investor ingin melakukan investasi reksa dana, maka investor tersebut akan mengirim uang dalam jumlah tertentu untuk pembelian reksa dana, walaupun investor belum tahu pasti harga beli yang dia dapatkan.

Artikel lain: Cara Berinvestasi Reksadana Pasar Uang

Memang seorang investor dapat memperkirakan harga reksa dana berdasarkan harga reksa dana sebelumnya dengan dikurangi atau ditambahkan dengan harga obligasi atau harga saham pada saat investor melakukan transaksi.

Sebagai contoh harga reksa dana pada hari sebelumnya yakni Rp 1.000, ketika investor melakukan transaksi, harga saham naik menjadi 3%. Maka harga reksa dana yang kemungkinan didapatkan oleh seorang investor yakni Rp 1.000 + (3% x Rp 1.000) = Rp 1.030. reksa dana dapat mempunyai kinerja yang lebih besar, sama atau bahkan lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan harga saham keseluruhan. Sehingga harga yang didapatkan oleh investor bisa berbeda. Terkadang reksa dana dapat berlawanan dengan perubahan harga saham.

Misalnya ketika harga saham turun, harga reksa dana justru mengalami kenaikan. Begitu juga sebaliknya. Misalnya seorang investor mempunyai Rp 5 juta. Investor tersebut harus mengirim Rp 5 juta ke reksa dana di bank kustodian. Kemudian investor tersebut dapat menunggu sampai esok hari untuk mengetahui jumlah reksa dana yang dia dapatkan. Bank kustodian akan mengirim sebuah surat konfirmasi tentang transaksi yang telah dilakukan oleh investor dalam waktu 2 sampai 3 minggu. Surat yang dikirimkan oleh bank kustodian bukan bukti kepemilikan, jika surat tersebut hilang, reksa dana yang dimiliki investor tetap ada. Terkadang pembelian reksa dana dilakukan beberapa kali. Jika harga reksa dana sedang turun, maka investor biasanya membeli pada harga tersebut.

Saat ini telah banyak investor yang membeli reksa dana dengan menerapkan investasi berkala, sehingga pembelian reksa dana dilakukan setiap bulan dengan harga yang berbeda. Jika reksa dana dibeli lebih dari satu kali, maka investor harus menghitung rugi dan untungnya.

Contoh:

investor membeli reksa dana 3 kali dengan perincian Rp 1 juta pada harga 1.000, Rp 1.500.000 pada harga 900 dan Rp 500.000 pada harga 1.250. Berdasarkan 3 transaksi tersebut, maka harga rata-rata berikut untung rugi adalah sebagai berikut :

Pembelian Pertama:
Rp 1.000.000 dibagi 1.000 = 1.000 unit
Total Modal = Rp 1.000.000
Jumlah Unit dimiliki 1.000 unit
Harga rata-rata Rp 1 juta dibagi 1.000 unit = Rp 1.000

Pembelian Kedua:
Rp 1.500.000 dibagi 900 = 1666,6667
Total Modal = Rp 1.000.000 + Rp 1.500.00 = Rp 2.500.000
Jumlah Unit dimiliki = 1.000 + 1666.6667 = 2666.667 unit
Harga rata-rata = Rp 2.500.000 dibagi 2666.6667 unit = Rp 937.49
Kerugian berdasarkan harga saat ini Rp 900 dikurangi harga rata-rata Rp 937.49 dikalikan jumlah unit dimiliki 2666.6667 = – Rp 99.973. Kerugian ini, sepanjang belum dijual masih merupakan kerugian yang belum terealisasi

Pembelian Ketiga:
Rp 500.000 dibagi 1.250 = 400 unit
Total Modal = Rp 2.500.000 + Rp 500.000 = Rp 3.000.000
Jumlah Unit Dimiliki = 2666.6667 + 400 = 3066.6667 unit
Harga rata-rata = Rp 3.000.000 dibagi 3066.6667 = Rp 978.26
Keuntungan berdasarkan harga saat ini Rp 1.250 dikurangi harga rata-rata Rp 978.49 dikalikan jumlah unit 3066.6667 = Rp 832.630. Keuntungan ini, sepanjang belum dijual masih merupakan keuntungan yang belum terealisasi

Bank kustodian biasanya telah mencantumkan harga pembelian rata-rata dan perhitungan kerugian dan keuntungan yang belum direalisasikan pada reksa dana di surat konfirmasi atau laporan bulanan yang dikirimkan kepada investor. Dalam sebuah situs resmi yang telah disediakan oleh agen penjual dan manajer investasi, seorang investor juga dapat memperoleh informasi yang sama.

Baca juga: Cara Memilih Manajer Investasi yang Tepat

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.