Cara Berinvestasi di Reksadana Pasar Uang

Cara berinvestasi di Reksadana pasar uang

pasar uang

Cara berinvestasi jitu di reksadana pasar uang. Jika Anda cukup sering online, mungkin belakangan ini Anda sering mendengar tentang semakin menjamurnya perencana keuangan di jejaring sosial. Mereka biasanya akan membagikan tips trik terkait kategori keuangan. Dan sekaligus, kala waktu tertentu, para perencana keuangan juga akan mempromosikan produk Reksadana mereka. Memang Reksadana ini merupakan salah satu program investasi yang cukup bagus, kedua setelah investasi emas. Khusus Anda yang memang ingin program investasi yang bagus, dibandingkan Anda ikut program investasi tidak jelas, lebih baik menanamkan uang Anda dalam program investasi Reksadana pasar uang, walaupun memang tetap ada resiko yang harus Anda tanggung. Mari baca selengkapnya.

Advertisement

Artikel lain: Investasi Saham Online Modal Kecil

Pengembalian lebih baik

Dalam investasi yang terpenting itu adalah pengembalian atau return yang lebih besar, ini merupakan prinsip dasarnya. Entah itu investasi jangka panjang maupun investasi jangka pendek. Dan untuk tambahan lainnya, apabila memang Anda ingin masuk ke dunia investasi jangka panjang, maka sebaiknya Anda menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi jangan sampai uang investasi yang sudah ditanamkan, dalam hal ini di Reksadana, Anda tarik kembali, karena resiko rugi sangatlah besar. Apabila Anda tak ingin yang terlalu lama, maka Anda dapat mencoba investasi di Reksadana pasar uang, lebih jelasnya akan kita jelaskan mengenai ini di bawah.

Artikel terkait: Cara Investasi Reksadana Saham

Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang secara 100 persen memiliki isi portfolio efek pasar uang. Di dalamnya itu termasuk instrumen hutang dengan masa jatuh tempo yang kurang atau lebih kecil dari satu tahun. Misalnya saja SBI (Sertifikat Bank Indonesia), deposito, serta obligasi, entah itu pemerintah maupun korporasi, dengan masa jatuh temp yang lebih kecil dari 1 tahun. Berdasarkan isi portfolio, dapat dilihat bahwa imbal hasil yang akan Anda peroleh dari Reksadana pasar uang ini akan mirip apabila Anda bandingkan dengan suku bunga dari deposito. Namun yang membedakan antara Reksadana pasar uang dengan deposito adalah Reksadana pasar uang itu tak memiliki jaminan pada dana investor, di mana Reksadana pasar uang dikelola manajer investasi. Itu tentu saja berbeda dengan deposito, di mana deposito itu dikeluarkan oleh bank, otomatis dijamin LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan, di mana syarat-syarat tertentu juga berlaku. Namun asalkan Anda memenuhi syarat-syarat tersebut, maka uang Anda dijamin tidak akan hilang. Melihat situasinya, sudah dapat dipastikan bahwa return yang bisa Anda peroleh dari investasi pada Reksadana pasar uang lebih besar dibandingkan dengan return yang bisa Anda peroleh dari deposito. Apalagi terkadang deposito juga bisa merugi secara tidak langsung karena terkena dampak inflasi.

Artikel lain: Cara Investasi Logam Mulia yang Menguntungkan

Cara memulai berinvestasi pada Reksadana pasar uang

Anda dapat memilih lembaga yang menawarkan jasa investasi Reksadana. Beberapa contoh lembaga tersebut misalnya bank Mandiri dan bank Commonwealth. Namun Anda harus ingat, walaupun dikelola oleh bank, tetap saja Anda akan beresiko kehilangan uang investasi Anda apabila kondisi merugi. Selain itu, Anda juga dapat langsung saja menuju kantor manajer investasi yang bersangkutan, salah satu contoh dari kantor manajer investasi misalnya Panin Sekuritas. Andapun akan memperoleh sejenis rekening investasi. Jangan lupa perhatikan biaya dengan detail pada tiap-tiap transaksi yang dilakukan. Juga ada baiknya apabila Anda memilih bank yang menyediakan fasilitas e-banking untuk melakukan transaksi berkaitan Reksadana pasar uang ini. Sekian artikel tentang cara berinvestasi di Reksadana pasar uang, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Investasi Forex, Ubah $1000 jadi $5000 Sekejap

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.