Bisnis Sushi Rumahan Dengan Layanan Pesan Antar

sushi bisnis

Sushi merupakan kudapan dari nasi yang digulung dan diisi dengan aneka bahan makanan, misalnya ikan, sayuran, dan rumput laut.

Legitnya nasi, segarnya ikan, dan gurihnya rumput laut membuat makanan ini memiliki cita rasa lezat. Tak heran, kuliner ini digemari oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Meningkatnya popularitas kuliner terlihat dari banyaknya jumlah restoran sushi yang ada di berbagai sudut kota. Sayangnya, harga sushi yang ditawarkan oleh beberapa restoran tersebut terbilang mahal. Ini membuat hanya orang-orang berkantong tebal saja yang mampu merasakan kelezatan hidangan ini.

Advertisement

Fenomena ini dimanfaatkan oleh beberapa pelaku usaha. Mereka menawarkan sushi rumahan (homemade sushi) yang enak dan murah. Bukan itu saja, mereka juga mengoptimalkan pemasaran lewat dunia maya yakni layanan pesan antar (delivery order). Pelaku usaha pun kebanjiran order lantaran konsumen tak perlu repot-repot mendatangi restoran atau pusat perbelanjaan demi menikmati sepotong sushi.

Menjalankan bisnis sushi rumahan berbeda dengan membuka rumah makan sushi. Berbekal keahlian membuat sushi dan dapur, pelaku usaha bisa menjalankan ini. Modal yang diperlukan pun terbilang kecil yakni untuk pembelian bahan baku.

Hagema Sushi

Bunga Bagusta Sulistianto merupakan salah satu produsen yang menekuni bisnis ini. Di bawah bendera Hagema Sushi, perempuan berusia 23 tahun ini menjajal usaha sushi rumahan sejak 2 tahun silam.

Latar belakang Bunga merintis bisnis ini bermula ternyata bermula dari hobi memasak. Lantaran gemar menyantap hidangan sushi di restoran Jepang, dia tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri. Karena penasaran, saya mencari video cara membuat sushi di Youtube. Ternyata, membuat sushi tak sesulit yang dibayangkan, ujar perempuan asal Jakarta ini.

Setelah membuat beberapa jenis sushi, dia lantas menawarkan keluarga dan teman-teman untuk mencoba sushi tersebut. Tak disangka, respons yang didapat sangat positif. Dia pun melihat ini sebagai peluang bisnis prospektif.

Bunga menggunakan bahan-bahan berkualitas untuk membuat sushi. Bahan-bahan seperti ikan salmon, udang, kepiting, dan sayuran sudah tersedia di beberapa toko. Meski demikian, dia bekerja sama dengan beberapa pemasok untuk bahan tertentu.

“Saya ambil nori dari pemasok. Saya tidak membeli di toko karena harga ecerannya sangat mahal. Selain itu, saya memilih beras asal Taiwan yang sudah dicampur ketan untuk mengganti beras Jepang”, imbuhnya.

Hidangan sushi yang dibuat Bunga sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Berbeda dengan sushi asli Jepang yang bahan bakunya ikan mentah, dia memproduksi sushi matang yang kerap disebut fushion sushi. Beberapa varian Hagema Sushi yang disukai konsumen a.l. hagemasu roll, spring roll, summer roll, dan osaka roll.

Lebih lanjut, dia juga menyediakan paket-paket khusus. Menu Big Box terdiri dari 7 varian yang berisi 45-48 potong sushi dan menu small box terdiri dari 4 varian sushi yang berisi 24-28 potong sushi.

“Selain sushi, kami juga menyediakan menu masakan Jepang lain, misalnya chicken katsu, chicken karaage, dan beef curry”, tutur lulusan jurusan manajemen perhotelan Universitas Sahid Jakarta ini.

Menu Hagema Sushi tak hanya memiliki cita rasa lezat, tetapi dijual dengan harga terjangkau. Satu varian sushi dibanderol mulai dari Rp20.000-Rp41.000 sedangkan paket sushi (small box dan big box) dijual dengan harga masing-masing Rp150.000-Rp250.000. Margin keuntungan yang didapat dari produkhomemade sushi ini berkisar 70%.

Layanan Pesan Antar

Untuk memenuhi keinginan konsumen, pelaku usaha menyediakan layanan pesan yang bisa diakses melalui situs www.hagemasushi.com. Konsep ini dijalankan oleh Bunga sejak awal mendirikan Hagema Sushi. Menurutnya, layanan pesan antar menjadi daya tarik utama bisnis sushi rumahan.

Selain menekan modal, layanan ini ditawarkan karena kondisi kemacetan di kota Jakarta semakin parah. Oleh karena itu, konsumen yang ingin menyantap sushi pun tak perlu repot-repot mendatangi restoran.

Namun demikian, konsumen harus memesan setidaknya sehari sebelumnya. Hal ini dilakukan karena dia hanya membuat sushi sesuai pesanan. Daya tahan sushi tidak lama. Makanya, saya pastikan kondisi sushi yang diterima konsumen masih segar dan enak, kata Bunga.

Dia memiliki kurir khusus untuk mengantar pesanan konsumen. Saat ini, dia hanya menerima pesanan bagi konsumen yang tinggal di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Biaya ongkos kirim tergantung jarak, yakni berkisar antara Rp25.000-Rp45.000.

Seiring berjalannya waktu, permintaan konsumen terus meningkat. Jika dulu dia hanya membuat sushi untuk konsumsi pribadi, kini Bunga mampu memproduksi 1020 pesanan per hari atau sekitar 300 pesanan tiap bulan.

Mister Sushi Online

Hal senada juga dilakukan oleh Niken. Dia menggunakan media sosial Instagram sebagai sarana promosi dan pemasaran Mister Sushi Online. Selain murah meriah, cara ini terbilang ampuh menarik perhatian konsumen baru.

Berbeda dengan Bunga, dia bekerja sama dengan jasa kurir. Tarif ongkos kirim ditanggung oleh konsumen. Jangkauannya baru sebatas Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Meski sedikit mahal, konsumen tak keberatan membayar ongkos kirim ketimbang harus terjebak kemacetan di jalan, tuturnya.

Niken mengklaim rata-rata pelanggan Mister Sushi Online berstatus karyawan atau mahasiswa. Mereka biasanya memesan paket khusus untuk menghemat biaya ongkos kirim dan bisa menikmati aneka varian sushi bersama-sama.

Lantaran masih menjalankan bisnis sendirian, kapasitas produksi Mister Sushi Online masih terbatas. Dia menerima 36 pesanan konsumen di hari biasa dan 810 pesanan di hari libur. Saya ingin merekrut pekerja untuk membantu produksi karena jumlah pesanan terus meningkat, kata Niken.

Soal peluang, Niken optimis bisnis sushi rumahan memiliki prospek cerah. Hal ini karena konsumen Indonesia, khususnya Jakarta, senang jajan dan mencicipi hidangan baru. Sushi rumahan bisa menjadi alternatif jika bagi konsumen yang ingin makan sushi dengan harga terjangkau.

Kendati demikian, Bunga tak menampik persaingan di bisnis sushi rumahan kian ketat. Jumlah pebisnis baru yang menawarkan sushi murah semakin banyak. Namun, dia tak gentar untuk bersaing secara sehat. “Saya tak berhenti berkreasi mengolah sushi baru yang enak dan berkualitas. Layanan ke konsumen juga harus dijaga agar mereka loyal”, tuturnya. (bisnis.com)

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.