Bisnis Makanan Ringan khas Sunda Modal Kecil

makanan ringan sunda

Bisnis makanan ringan merupakan salah satu bisnis yang dapat memberikan keuntungan cukup besar. Karena keuntungan dari penjualan makanan ringan yang lumayan banyak. Dimana keuntungan yang dihasilkan dari penjualan makanan ringan yaitu sekitar 20% sampai dengan 30% dari harga dasar makanan tersebut.

Jenis makanan ringan khas Sunda

Advertisement

Ada beberapa jenis makanan ringan khas Sunda yang dapat anda jadikan sebagai referensi untuk memulai usaha. Dimana selain bahan baku yang mudah didapat dan modal murah, ternyata anda pun dapat meraup keuntungan bersih sebesat 30% sampai dengan 40% dari modal yang anda gunakan. Jenis makanan ringan khas Sunda tersebut ialah meliputi:

1. Sale goreng

Makanan yang satu ini merupakan salah satu ciri khas makanan sunda. Jenis makanan ringan yang berbahan dasar pisang ini banyak disukai banyak orang, karena rasanya yang lezat. Ketika orang berfikir pembuatan sale goreng membutuhkan waktu yang lama dan modal yang besar, ternyata itu salah. Pada dasarnya 1 buah pisang dapat dijadikan 2 atau 3 buah sale bulat atau yang biasa dikenal dengan sale opak. Apalagi jika dibuat untuk sale kelingking, satu buah pisang dapat dibentuk menjadi 5 atau 6 bagian pisang, tergantung dari ukuran pisang tersebut. Sementara itu untuk pemrosesan sale pun sangatlah mudah. Setelah pisang dibentuk sesuai selera, anda pun dapat menjemurnya pada terik matahari, hingga berwarna kecoklatan. Setelah itu anda goreng pisang sale dengan celupkan pada tepung layaknya menggoreng pisang seperti biasanya. Dengan tingkat konsumstif yang tinggi terhadap sale goreng, maka anda dapat mencoba mencoba usaha ini di tempat anda berada.

Baca juga: Usaha Franchise Makanan Murah Modal Kecil

2. Cimol

Jenis makanan ringan yang satu ini merupakan jenis makanan ringan yang banyak disukai semua orang, baik anak kecil sampai dengan orang dewasa. Makanan yang dipadukan andara rasa gurih dan pedasa ini ternyata banyak peminatnya dari luar daerah Sunda pun. Makanan yang berbahan dasar tepung kanji dan tepung terigu ini ternyata dapat dijadikan sebagai usaha yang cukup menguntungkan. Karena modal yang digunakan tidak terlalu mahal, sedangkan dari 2 kg adonan saja sudah bisa membuat cimol sebanyak 1 baskom atau wadah besar. Selain itu saat cimol digorengpun, cimol tidak terlalu banyak menyerap minyak. Dari penjualan makanan ringan yang satu ini, biasanya anda mampu mendapatkan keuntungan sampai dengan 50% dari modal awal. Jika anda ingin mencoba usaha ini, anda cukup memiliki modal dasar Rp. 50.000 ,- untuk membeli bahan adonan cimol.

3. Misda cau

Amis lada cau atau yang biasa disingkat misda cau, merupakan jenis makanan ringan yang memiliki cita rasa yang sangat unik. Sesuai dengan namanya misda cau terdiri dari 3 kata, yaitu mis (amis) yang berarti manis, da (lada) yang berarti pedas dan cau yang artinya pisang. Sehingga misda pisang berarti pisang yang memiliki cita rasa manis dan pedas. Bentuk misda cau sendiri bukan seperti bentuk pisang pada umumnya. Dimana pisang mentah dibentuk tipis seperti kripik pisang terlebih dahulu, kemudian pisang digoreng. Setelah itu anda dapat memasak bumbu amis lada dengan menggunakan rempah-rempah tradisional sunda, lalu masukan pisang yang sudah digoreng tadi. Masak hingga semua bagian pisang terlumuri bumbu semua. Setelah itu tiriskan misda cau dalam wadah yang lebar dan ratakan. Misda cau biasanya banyak diburu oleh wisatawan mancanegara, karena mereka bilang cita rasa dari misda cau itu unik namun sangat enak. Penjualan misda cau pun cukup memberikan untung yang lumayan besar.

Artikel lain: Bisnis Franchise Makanan di Indonesia

Berikut adalah 3 jenis makanan ringan khas Sunda yang bermodal kecil, diterima di pasaran, dan bermodal kecil. Andapun mungkin dapat mencoba peluang usaha ini. Semoga informasi di atas dapat membantu anda, dan selamat mencoba berwirausaha.

Artikel terkait: Info Usaha Waralaba Kuliner

peluang bisnis forex trading

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *